LUWU TIMUR | TOP-NEWS.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggelar Gerakan Bumil Sehat tingkat kabupaten tahun 2026 sebagai upaya menekan angka stunting yang berlangsung di Aula Kecamatan Mangkutana, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa intervensi kesehatan pada ibu hamil menjadi kunci utama dalam memutus rantai stunting di Bumi Batara Guru.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh status kesehatan ibu hamil, pola makan, hingga faktor lingkungan seperti sanitasi,” jelas dr. Helmy.
Berdasarkan data aplikasi e-PPGBM Si Gizi Kesga, prevalensi balita stunting di Luwu Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,74 persen.
Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5,27 persen.
Meski masih berada di bawah target nasional, tren kenaikan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
dr. Helmy menyebutkan terdapat dua faktor utama yang memicu peningkatan tersebut, meskipun tidak dirinci dalam kesempatan itu.
Melalui Gerakan Bumil Sehat, Dinkes Luwu Timur berupaya memastikan setiap ibu hamil memperoleh pengetahuan yang cukup serta akses layanan kesehatan yang memadai selama masa kehamilan.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Mangkutana, Kepala Puskesmas Mangkutana, Pokja IV TP-PKK Kecamatan Mangkutana, serta para peserta dan tamu undangan lainnya. (kf)
