Reses di Mahalona Luwu Timur, Warga Sampaikan Unek-unek Ke Dewan Terkait Jalan Rusak

TOP-NEWS.co.id – Masyarakat Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur menyampaikan keluhan dan unek-uneknya terkait kondisi jalan didaerahnya.

Keluhan itu didengar langsung oleh Anggota DPRD Luwu Timur, Abduh saat melakukan reses di DapilĀ  IV, Nuha-Towuti-Wasuponda baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Abduh mengatakan, masyarakat yang hadir dalam reses itu, semuanya mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang agar segera diperbaiki.

“Masyarakat meminta agar supaya pembenahan atau pemeliharaan jalan poros Tole ke Mahalona agar dibenahi sesegera mungkin. Karena sangat berlubang dan menganggu. Jalan ini juga sudah menjadi akses masyarakat dari Sulawesi tengah Morowali,” kata Abduh, kepada wartawan, Minggu (16/10/2022) malam.

Bukan hanya mempersoalkan kondisi jalan, masyarakat juga meminta agar pemerintah daerah memperhatikan nasib petani dan fasilitas pendidikan.

“Alat-alat pertanian alsintan seperti hand traktor kemudian jalan tani dan Insfratruktur sekolah. Mereka juga meminta dibuatkan bendungan. Termasuk percetakan sawah terhadap masyarakat yang selama ini belum tuntas,” ungkapnya.

Terkait dengan bendungan kata Abduh, sebelumnya telah dianggarkan akan tetapi terkena refocusing anggaran. Hal inilah yang diminta masyarakat agar bendungan itu tetap dilanjutkan.

“Kemarin (tahun anggaran 2022) sebenarnya sudah dianggarkan tetapi tiba tiba kena rekofusing. Dan mereka juga meminta agar supaya bendungan tersebut tetap dilanjutkan dan saya menjawab akan memperjuangkan hal tersebut karena pada tahun anggaran 2022 sudah dianggarkan dan ini juga sudah disampaikan secara langsung kepada kepala dinas PUPR,” Himbau Abduh legislator PBB tersebut.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta agar persoalan transmigrasi betul-betul di perhatikan pemerintah agar orang-orang yang akan dimasukkan dalam transmigrasi sesuai dengan kebijakan.

Terkait dengan keluhan masyarakat, Abduh mengatakan akan berupaya memperjuangkan apa yang menjadi harapan dan permintaan masyarakat.

“Apa yang menjadi keluhan dan menjadi unek-unek mereka akan saya perjuangkan bersama teman-teman DPRD lainnya kemudian kita akan berbicara kepada pak Bupati dalam hal ini pemerintah daerah,” jelasnya.

Apa yang menjadi keluhan masyarakat, lanjut Abduh ia menyakini jika pemerintah daerah betul-betul serius dalam membangun desa yang ada di semua kabupaten Luwu Timur.

Hal itu kata dia, terbukti salah satu program yang memakan uang yang tidak sedikit itu adalah yang adanya program 1 miliar 1 desa.

“Kemudian upah jasa yang selama ini menjadi primadona bagi masyarakat juga, itu sudah mencapai jumlah 4.125 ditambah lagi K3 yang jumlahnya sekarang yang mencapai 595 orang dan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jadi kita mohon kesabaran dan pengertian bapak-bapak ibu-ibu sekalian.” Tutupnya.

Pos terkait