KOMANDO reLawan Covid-19, Pelatihan Tanaman Hidroponik Untuk Ketahanan Pangan

KOMANDO reLawan Covid-19 melalui BSMI Luwu gelar pelatihan, petik dan bercocok tanam langsung, tanaman hidroponik di Green House, Ir. H. Andi Mudzakkar, Selasa (12/05/2020).

LUWU | TOPNEWS.co.id – KOMANDO reLawan Covid-19 melalui BSMI Luwu gelar pelatihan, petik dan bercocok tanam langsung, tanaman hidroponik di Green House, Ir. H. Andi Mudzakkar, Selasa (12/05/2020).

Tanaman hidroponik adalah jenis tanaman yang ditanam selain menggunakan tanah, tetapi diganti dengan air yang berisi nutrisi, sehingga membuat tanaman tumbuh dengan baik dan cepat.

Bacaan Lainnya

Tanaman hidroponik tidak kalah sehat dan bergizi, apalagi teknik ini mengutamakan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tumbuhan.

Ir. H. Andi Mudzakkar, mantan Bupati Luwu dua periode ini mengatakan, apabila kamu ingin menanam tanaman hidroponik di rumah, maka tentukan terlebih dahulu mengetahui jenis tanaman hidroponik diantaranya, sawi hijau, brokoli, seledri, bayam, kangkung, cabe, tomat dan masih banyak lagi.

“Media tanamnya berupa air dan kebun hidroponik dan bisa di susun dalam bentuk vertikal,” kata Andi Cakka sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sekretaris BSMI Luwu, Nurlaeli Sadaruddin mengatakan, bahwa dirinya bersama para peserta lainnya sangat menikmati pelatihan dalam bercocok tanam tersebut.

“Kami sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan ini, sebelumnya kami telah mengikuti berbagai pelatihan terkait relawan, dan sekarang kita di bekali ilmu bercocok tanam dengan cara hidroponik, guna menjaga ke stabilan ketahanan pangan apalagi di tengah pandemi global yg sedang berlangsung,” ungkap Sekretaris BSMI Luwu Nurlaeli Sadaruddin.

Melalui kesempatan ini secara tidak langsung, Dua Lembaga besar PMI Luwu yang di nahkodai Ir. H. Andi Mudzakkar dan BSMI Luwu yg di nahkodai SUL Arrahman saling berkoordinasi.

Tak hanya berbagi soal Tanaman hidroponik guna menjaga ketahanan pangan, tapi juga membahas soal kesehatan berkaitan dengan adanya wabah covid-19.

Di ketahui, data ODP, PDP yang cukup signifikan angkanya di Kabupaten Luwu juga menjadi pembahasan hangat disela-sela pelatihan bercocok tanam tersebut. (vat)

Pos terkait