LUTRA | TOPNEWS.co.id – Pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis malam lalu, membuat sejumlah wilayah dipesisir masih terendam banjir, Minggu (17/05/2020).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara meninjau wilayah pesisir di 3 desa yang ada di Kecamatan Malangke. Yakni Desa Polewali, desa Malangke dan Desa Girikusuma.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muslim Muhtar, mengatakan 3 desa ini menjadi desa terdampak banjir bandang akibat meluapnya sungai Masamba pada Kamis 14 Mei 2020.

“Saya melihat secara langsung bagaimana kondisi desa ini. Beberapa rumah terendam dan puluhan hektar areal perkebunan juga ikut terendam,” kata Muslim.

Selain itu, Muslim juga mengatakan, bahwa aktivitas sosial dan ekonomi warga desa di sana juga ikut terdampak. Begitu juga dengan kebutuhan air bersih. Di mana warga hanya mengandalkan sumur bor yang juga ikut terendam.

“Insya Allah, ini menjadi perhatian kita untuk ditindaklanjuti,” ucap Muslim.

Ia pun berharap warga setempat untuk selalu bersabar menghadapi musibah ini. Apalagi, kata dia, situasi semakin pelik akibat wabah covid-19 yang belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berlalu.

“Insya Allah, semua musibah ini dapat kita lewati bersama,” ujar Muslim.

Sementara itu, salah seorang warga korban banjir, Tambah mengatakan, jika banjir ini terjadi sudah seminggu yang lalu akibat luapan sungai.

“Setiap hujan deras rumah saya pasti kebanjiran, sehingga semua ramuan rumah sudah rusak semua,” kata Ramnah, yang hidup bersama seorang putranya.

Ia mengaku jika akan sahur atau berbuka puasa, dirinya harus makan di tempat tidur karena semua rumahnya terendam banjir dengan ketinggian mencapai tujuh puluh senti.

“Kalau mau makan ya harus diatas tempat tidur, karena semuanya sudah terendam banjir,” tambahnya.

Ramnah berharap agar pihak pemerintah Segerah memberikan bantuan, terutama bantuan bedah rumah.

“Ya saya berharap bantuan pemerintah itu bedah rumah,” pungkasnya. (za)