PALOPO | TOPNEWS.co.id – Pameran pusaka warnai kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tana Luwu yang digelar di Gedung Conventin Center (SCC) Kota Palopo, Sulsel.

Pameran pusaka tersebut menampilkan ratusan pusaka dari berbagai daerah. Seperti Badik, Parang, Keris, serta berbagai macam pusaka lainnya.

Ketua Koordinator Pameran Pusaka, Sulo Lipu mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara FKN XIII Tana Luwu yang dipusatkan di Kota Palopo.

“Ini masih rangkaian dari kegiatan FKN Tana Luwu,” kata Sulo Lipu, Rabu (11/09/2019) malam.

Sulo Lipu menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi kepada masyarakat bahwa ini suatu peninggalan dan identitas suatu daerah atau suku.

“Kita mengedukasi masyarakat bahwa pusaka ini merupakan suatu peninggalan dan identitas suatu daerah, sehingga sangat perlu dijaga dan dilestarikan,” terangnya.

Selain memamerkan pusaka dari Tana Luwu, pameran pusaka ini juga memamerkan sejumlah pusaka dari daerah lain yang ada di Sulsel, bahkan pusaka dari sejumlah kerajaan dan kesultanan yang hadir pada acara FKN XIII Tana Luwu.

Salah satunya, dari komunitas galeri pusaka bugis makassar, yang memamerkan salah satu pusaka andalan “Luwu Sampang” yang sudah dipamerkan disejumlah negera. Badik tersebut, bahkan sudah ditawar hingga Rp 1 Miliar rupiah oleh salah satu pengusaha asal Medan.

Badik tersebut dinilai memiliki kekuatan mistik, yang dapat menembus badan orang yang memiliki ilmu kebal.

“Di Singapura, badik ini pernah dites oleh salah seorang pengusaha dari Medan. Awalnya menggunakan sekitar tiga puluh badik untuk menusuk badannya, tapi tidak tembus. Setelah menggunakan badik Luwu Sampang, tangannya langsung tertembus,” salah seorang pengunjung, Rustam.

“Badik ini langsung ditawar hingga Rp 1 Miliar, namun ditolak oleh pemiliknya. Pengusaha ini bahkan menawarkan cek kosong, tapi tetap ditolak,” pungkasnya.

Diketahui, pameran pusaka ini akan berlangsung hingga 13 September 2019 mendatang, setelah kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tana Luwu ditutup. (**)