PALOPO | TOP-NEWS.co.id – Pasca pemerintah Arab Saudi dilaporkan telah menghentikan mengeluarkan visa Umroh bagi tamu negara, termasuk Indonesia, mengakibatkan puluhan jamaah di Kota Palopo terancam batal diberangkatkan ke Tana Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah Umroh.

Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palopo, sebanyak 83 jamaah yang terancam tidak bisa lagi mendapatkan visa Umroh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kemenag Kota Palopo, Haji Mikail, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/02/2020) sore.

Penghentian Hal itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Haji Mikail, mengatakan, jika saat ini pihaknya belum bisa memastikan batal tidaknya keberangkatan 83 jamaah tersebut.

Sebab katanya, hingga saat ini, pihaknya belum menerima pernyataan resmi dari pemerintah pusat terkait, pemberhentian pengeluaran visa tersebut.

“Belum ada kepastian secara tertulis dari pemerintah republik imdonesia untuk penundaan pemberangkatan,” jelas Haji Mikail.

Sementara itu, menurut pemilik Rayyan Travel biro perjalanan haji dan Umro di Palopo, Fikri Nurul Magrifa, bahwa saat ini, pihaknya terancam batal memberangkatkan 50 jamaah umroh yang telah mendaftar.

“Rencananya jemaah ini, akan kita berangkatkan pada 10 Maret 2020 mendatang, karna ada penyetopan pembuatan visa yang dilakukan oleh pemerintah saudi,” kata Fikri.

Dirinya juga berharap, agar pemerintah segera memberikan kepastian terkait hal tersebut.

“Kami berharap agar pemerintah republik indonesia segera mengeluarkan kepastian apakah para jamaah umroh bisa diberangkatkan atau tidak sehingga pihak travel bisa memberikan kepastian kepada puluhan jamaah umroh yang saat ini berharap-harap cemas,” harapnya. (**)