PALOPO|TOP-NEWS.co.id-Gugus tugas penanggulangan covid-19 Kota Palopo, melakukan isolasi mandiri terhadap satu orang yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Palopo. Selain itu, tim gugus tugas melakukan pemantauan secara berkala terhadap pasien tersebut.

Hal itu, dikatakan oleh Juru Bicara (Jubir) penanggulangan covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, dr Ishak Iskandar, saat dikonfirmasi Koran Seruya, Selasa (7/4/2020).

“Iya benar ada satu OTG, yang lakukan isolasi mandiri terhadap yang bersangkutan, tim dari puskemas juga rutin setiap hari melakukan pemantauan koondisi yang bersangkutan,” katanya.

Lebih jauh, dr Ishak menjelaskan jika yang bersangkutan masuk dalam kategori OTG setelah pihaknya melakukan skrining terhadap pasien. “Iya yang bersangkutan melapor, kita skrining dan lakukan pemeriksaan tapi kita tidak temukan gejala virus corona di pasien,” terangnya.

“OTG ini adalah Oragn yang pernah kontak dengan orang positif covid tapi tidak bergejala,” jelas mantan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Palopo ini.

Dirinya juga tidak henti-hentinya mengimbau, agar masyarakat untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah dan meminta masyarakat agar tidak panik.

“Tolong agar masyarskat jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, pakai masker, jangan stress, makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, olahraga teratur, dan tinggalki dirumah le, jangan lupa juga berdoaki,” imbau dr Ishaq Iskandar.

Sekedar diketahui, dari update covid-19 di Kota Palopo tercatat, 1 orang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), 97 orang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sebelumnya diberitakan, Juru bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut ancaman terbesar penyebaran virus corona ini adalah melalui orang tanpa gejala (OTG).

Sebab katanya, penularan dari OTG ini bisa diminimalisir dengan menerapkan jaga jarak (physical distancing) dengan baik.

“Yang pertama adalah kita saat ini masih tetap mewaspadai adanya penularan yang terjadi di lingkungan masyarakat yang disebabkan karena masih adanya kasus positif tanpa keluhan yang berada di tengah kita ini yang kita kenal terminologi OTG, orang tanpa gejala,” kata Yuri seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, Senin (6/4/2020).

Dia menjelaskan, potensi penularan dari OTG ini sangat tinggi mengingat orang yang menyebarkan tak memiliki gejala dan belum menerapkan pembatasan sosial dengan benar.

“Oleh karena itu kami harapkan ini jadi perhatian bersama, kita jadikan titik pangkal pencegahan dan pengendalian Covid-19,” imbuhnya. (Key)