Data Covid-19 Luwu Utara

LUTRA|TOP-News.co.id-Menyikapi data terbaru terkait adanya 1 kasus positif dari Kabupaten Luwu Utara yang berasal dari cluster Timboro, Jumat (24/4) kemarin.

Rupanya langsung direspon cepat oleh TGC (Tim Herak Cepat) Covid-19 dari Dinas Kesehatan, dengan melakukan kontak tracking, guna mengantisipasi penyebaran covid-19.

Hal itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Covid-19 Luwu Utara, Komang Krisna, Sabtu (25/4/2020) usai merilis data terbaru terkait perkembangan data Corona Virus Disease.

Komang memaparkan, pihaknya memutuskan untuk melakukan kontak tracking tidak hanya kepada warga yang memiliki kontak erat namun juga kepada seluruh warga yang baru saja tiba dari Timboro, Jawa Timur.

“Meski warga yang dinyatakan positif dikarantina di Makassar dan belum sempat ke Luwu Utara, setelah ada konfirmasi BBLK, kami langsung bergerak untuk melakukan kontak tracking,” katanya.

“Saat ini ada 4 kontak erat, namun sebagai antisipasi kami langsung menganalisis data dari provinsi dan keluarlah kesimpulan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Total ada 58 orang yang akan diambil swabnya berdasarkan kontak tracking yang dilakukan oleh tim,” jelas Komang.

Ia pun meminta kerjasama dan dukungan masyarakat untuk memberikan data yang akurat serta tetap patuh dan taat dengan seluruh imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Kami tekankan kembali pentingnya karantina mandiri bagi warga yang baru saja tiba dari luar Luwu Utara utamanya dari daerah transmisi lokal. Dan juga memberikan data yang benar kepada petugas yang ada di lapangan serta kooperatif melaporkan kondisinya kepada tim,” pintanya.

“Kasus yang pertama ini kami harap menjadi kasus yang terakhir, untuk itu kami mohon dukungan semua pihak untuk disiplin menerapkan social dan physical distancing, dan rajin cuci tangan pakai sabun di bawah air yang mengalir, dan pakai masker jika terpaksa harus keluar rumah,” sambung Komang.

Selain 1 kasus positif, juga terjadi penambahan ODP dari 165 menjadi 169 orang berdasarkan data terbaru hari ini. 145 diantaranya dinyatakan selesai dipantau.

Sementara 24 lainnya masih dalam proses pemantauan. Sementara untuk PDP hingga berita ini dirilis tidak ada penambahan kasus baru. Dari 13 PDP, 10 diantaranya dinyatakan sehat dan 3 orang lainnya masih dalam perawatan. (Hms/Key)