Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat melakukan pemantauan penyaluran BLT-DD di Desa Giri Kusuma, Malangke

LUTRA – Gede Suwarsana, warga Dusun Sumber Indah Desa Giri Kusuma Kecamatan Malangke, melaporkan diri dan tak ingin menerima Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLT-DD).

Bukan tanpa alasan, Gede Suwarsana yang diketahui berprofesi sebagai petani tersebut, menolak menerima BLT-DD, sebab Ia juga terdaftar sebagai penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kemensos RI.

“Satu warga kami atas nama Gede Suwarsana melaporkan diri untuk dihapus namanya sebagai penerima BLT-DD karena yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima BPNT,” terang Kepala Desa Giri Kusuma, Samsinar saat menyampaikan laporan di hadapan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada pemantauan penyaluran BLT-DD, Kamis (28/5) kemarin, di Kantor Desa.

Pada beberapa kesempatan saat memantau penyaluran BLT-DD di desa-desa, Bupati Indah memang mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan diri jika mendapat dua bantuan sosial sekaligus.

“Sebab aturannya, tiap orang tidak boleh menerima dua bantuan sekaligus. Untuk itu, saya atas nama pribadi dan kedinasan, mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Gede, yang legowo dan jujur melaporkan diri untuk tidak menerima BLT-DD sebab telah menerima BPNT. Ini tentu tindakan yang bijak, mengingat kalaupun ada data yang ditemukan mendapat dua bansos sekaligus, maka yang bersangkutan harus mengembalikan salah satunya. Hal ini juga tertuang pada surat pernyataan yang ditandatangani penerima manfaat saat menerima bantuan,” terang bupati yang karib disapa IDP ini.

Tak hanya warga Desa Giri Kusuma, warga Desa Pince Pute, pun menurut data, juga ada yang menolak menerima BLT-DD.

“Saya dilaporkan pak kades Pince Pute, juga ada warganya yang menolak menerima BLT-DD karena sudah menerima bansos lainnya. Begitu juga dengan sepasang suami istri di Lembang-lembang. Hal ini patut dicontoh dan disyukuri sebab kesadaran sosial masyarakat terbangun di tengah pandemi covid-19,” tutur IDP.

Sementara itu dari laporan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Maryani Kumba, dari 382 KK di Desa Giri Kusuma, 103 KK terdaftar sebagai penerima BLT-DD.

“Namun karena 1 warga yang melapor sudah menerima BPNT, maka tersisa 102 KK yang berhak menerima BLT-DD. Sementara itu 88 KK terdaftar sebagai KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH, 135 KK BPNT, dan 37 KK sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST),” jelas Maryani. (hms)