Kepala DPRKP2 Syamsul Syair saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (05/03/2020) kemarin.

LUTRA | TOPNEWS.co.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKP2) akan melaksanakan program Bedah Rumah yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Luwu Utara, dengan rincian 125 unit melalui APBN/DAK dan 207 unit APBD.

Total ada 332 unit rumah yang akan dibedah Pemda Lutra Tahun Anggaran 2020. Untuk APBN jumlahnya sebesar Rp 17,5 juta/rumah, sementara APBD Rp 15 juta/rumah.

“Selain membangun dan membedah rumah, program ini juga memiliki semangat yang lain berupa bagaimana menumbuhkembangkan semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat,” kata Kepala DPRKP2 Syamsul Syair saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (05/03/2020) kemarin.

Menurut dia, dengan dana berkisar Rp 15 juta sampai Rp 17,5 juta tentu tidaklah memadai untuk membangun sebuah rumah yang baru dengan kondisi yang ada saat ini.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan kebersamaan dan semangat gotong-royong masyarakat setempat untuk saling membantu dalam kondisi seperti saat ini.

“Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan budaya gotong royong harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, dan ini bukti bahwa semangat gotong royong masih mengakar di masyarakat dan menjadi ruh dalam pembangunan,” jelasnya.

Apa yang dikatakan mantan Asisten Ekonomi dan Pembangunan ini rupanya diterjemahkan dengan baik para penerima bantuan Bedah Rumah di Luwu Utara.

Salah seorang penerima dana stimulan bantuan bedah rumah, Muhammad Said, misalnya. Ia dibantu oleh tetangga dan warga setempat di dalam melakukan bedah rumah.

Warga Desa Mappedeceng ini patut bersyukur karena warga lainnya ikut memberi kontribusi sesuai keahliannya. Baik perempuan dan laki-laki, mereka saling menguatkan dalam kebersamaan. Ada yang menyumbang material, tenaga maupun pikiran. Laki-laki bekerja, sementara yang perempuan menyediakan minuman dan makanan untuk para pekerja.

Target pekerjaannya pun terbilang cepat, 2 minggu paling lama rumah sudah bisa ditempati.

“Kami berterima kasih dan menyambut baik partisipasi masyarakat. Ini patut dicontoh desa lain dan perlu digelorakan semangat kegotongroyongan ini sebab bedah rumah itu hakekatnya sebagai wujud membangun jiwa dan semangat gotong royong, mengajak seluruh masyarakat mengembangkan sikap kebersamaan dan kepedulian kepada sesama, karena kita hidup saling menolong di setiap sendi kehidupan,” jelas Syamsul. (LH)