LUTIM – Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengimbau agar setiap desa menggali dan mengembangkan potensi desanya masing-masing sehingga dapat menunjang sektor ekonomi ditingkat desa. Himbauan tersebut disampaikan Irwan kepada sejumlah Kepala Desa saat menghadiri kegiatan Syukuran Bersih Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Rabu (24/07/2019).

“Mulai saat ini, mari kita pikirkan program yang hendak dikembangkan berdasarkan potensi desa masing-masing demi memajukan pendapatan masyarakat di desa,” kata Wabup Irwan saat menyampaikan sambutannya.

Saat ini, kata Irwan, terdapat sejumlah desa di Kabupaten Luwu Timur memiliki beragam potensi yang patut dikembangkan demi menunjang sektor perekonomian masyarakat. Salah satunya diwilayah Loeha Raya di Kecamatan Towuti yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani lada, maka kedepannya Pemda berencana, di wilayah ini akan dijadikan kawasan sentra pengembangan lada. Demikian juga seperti Desa Sorowako yang cocok untuk pengembangan potensi disektor pariwisata maka Pemerintah daerah akan fokus mengembangkan wilayah itu untuk tujuan pariwisata.

Menurutnya, begitu banyak potensi desa yang harus dikembangkan. Untuk mendukung itu, lanjutnya, diperlukan sinergitas yang baik antara Pemerintah Desa dan pengelola BUMDes, untuk menggali secara optimal potensi desa.

“Dengan keberadaan BUMDes, nantinya desa juga diharapkan bisa berinovasi dalam mencari produk unggulan masing-masing dan bisa memasarkannya,” kata Irwan.

Terkait syukuran bersih desa atas panen tahun ini, orang nomor dua di Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ini mengapresiasi capaian hasil panen petani di Desa Wonorejo. Dirinya berharap agar hasil panen setiap tahunnya bisa terus meningkat.

“Dengan bersyukur itu, maka nikmat selalu bertambah. Selaku Pemerintah daerah saya mengapresiasi sinergitas Pemerintah Desa, Bumdes dan kelompok tani. Jika semua bersinergi tentu akan menghasilkan capaian yang luar biasa,” tandas Irwan.

Kedepan, kata Irwan, harus ada lompatan inovasi. Produk beras Wonoerjo harus bisa dikelola Bumdes secara mandiri sehingga melahirkan icon produk lokal desa seperti produk beras Wonoerjo.

“Jika sudah dalam bentuk kemasan, tentu akan menambah nilai jual dari produk tersebut,” kunci Irwan. (hms/ikp/kominfo)