PALOPO | TOPNEWS.co.id – Terhitung sejak September hingga 22 Oktober 2019. Tercatat sebanyak 20 kasus kecelakaan yang terjadi di Kota Palopo. Termasuk 6 nyawa melayang di jalan raya.

Selain itu, dua orang dinyatakan mengalami luka berat dan 29 luka ringan.
Sedang kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih, 73.500.000. berdasarkan data Satlantas Polres Palopo, yang terhitung sejak September hingga per 22 Oktober 2019.

Termasuk, tiga laka lantas yang mengakibatkan pengendara meninggal dunia. Yakni, laka tunggal pelajar yang mengendarai sepeda motor dan menabrak pot bunga di wilayah Binturu Kota Palopo.

Selanjutnya, selang dua hari berikutnya, laka maut di depan kuburan Batu, Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo. Laka antara truk vs Grand Max, mengakibatkan sopir Grand Max serta seorang penumpangnya meninggal dunia.

Sehari setelah itu, dua lagi meninggal dunia di depan Cafe Lavechia Kota Palopo. Laka tersebut melibatkan dua pengendara motor.

Rentetan kasus kecelakaan yang terjadi hanya dengan hitungan hari, harusnya menjadi perhatian serius Polres Palopo, khususnya bagian Satlantas Polres Palopo.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ansor Rezky Azis, mengatakan, dirinya turut prihatin atas musibah tersebut.
Menurutnya, perlu ada kesadaran dari pengendara untuk tertib berlalu lintas.

Kemudian, lanjut Resky Azis, perlu lebih ditingkatkan upaya penertiban para pengendara yang belum layak berkendara, seperti yang tidak memiliki SIM. Lalu kendaraan perlu juga dipantau kelayakan operasinya.

“Saya kira sosialisasi safety riding juga perlu ditingkatkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk dengan ormas-ormas organisasi pemuda, sekolah-sekolah, kampus, dll,” pungkasnya.

Berikut jumlah kecelakaan lalulintas yang terjadi di Kota Palopo, berdasarkan data Sat Lantas Polres Palopo Bulan September s/d Oktober 2019 adalah

20 Kejadian diantaranya :

Meninggal Dunia 6 orng
Luka Berat 2 orng
Luka Ringan 29 orng
RUMAT Rp 73.500.000
(HR)