LUWU | TOPNEWS.co.id – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemda Luwu beserta anggota DPRD Sulsel dan DPRD Luwu.

Sehingga mampu menjalin sinergitas dan komunikasi dengan baik kepada Pemprov sehingga program-program strategis dapat dilaksanakan di Luwu.

Hal tersebut disampaikan oleh Amran Sulaeman saat mengikuti rapat paripurna memperingati HUT ke-15 Belopa ibu kota Kabupaten Luwu secara virtual, Sabtu (13/02/2021).

“Terlaksananya pembangunan di Luwu tidak terlepas dari peran serta Pemerintah Kabupaten Luwu bersama DPRD Kabupaten Luwu, untuk menjalin sinergitas dan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

“Hal yang sama juga dilakukan oleh DPRD Sulsel Dapil Luwu Raya yang selalu mendorong dan mengingatkan kami dalam menjalankan program-program strategis di Luwu Raya termasuk di Kabupaten Luwu,” jelasnya.

Wagub Sulsel juga meyakini, Luwu akan menjadi sentra perhubungan dari semua pusat pusat pembangunan strategis di wilayah Luwu Raya.

“Program-program strategis seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu, nantinya akan menjadikan Kabupaten Luwu sebagai sentra perhubungan,” ujarnya.

Dimana akan terjalin konektifitas transportasi yang akan menghubungkan Kabupaten Luwu dengan Kabupaten Tana Toraja dan wilayah Ajatappareng.

“Terhitung sejak akhir 2018 hingga tahun 2021 ini, kurang lebih Rp 217 miliar telah dikucurkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk Kabupaten Luwu,” tambah Sudirman.

Pada peringatan HUT Belopa ini, Pemda Luwu juga mendapatkan bantuan dana CSR dari Bank Sulsel Cabang Belopa senilai Rp 496 juta yang diperuntukkan untuk pembangunan Ruang Taman Hijau (RTH) di Belopa.

Pada acara tersebut, penampilan penari Pangranjen Basse Sangtempe dari Dinas Pariwisata mewarnai peringatan HUT ke-15 Belopa. Tarian ini diangkat dari Tarian Perang, Etnik Basse Sangtempe.

Tarian ini menggambarkan semangat yang menyala-nyala dari pasukan perang baik laki-laki maupun kaum perempuan dalam mempertahankan kebenaran. (**)