Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utata, menggelar panen raya Jagung NK – 7328 NK – Sumo, di Dusun Sauru, Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Kamis (31/01/2019) lalu. Pada acara panen raya ini, Camat Malangke Barat, Sulpiadi, mewakili Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Di tahun 2018, Kecamatan Malangke dan Malangke Barat, menjadi daerah sentra penghasil jagung terbesar di Kabupaten Luwu Utara.

Hal tersebut sesuai dengan data statistik dari Kantor BPS, Kabupaten Luwu Utara di tahun 2018.

Dari data itu menyebutkan, bahwa produksi jagung yang ada di Kecamatan Malangke mencapai 43.038,12 ton per tahun. Sementara Malangke Barat (Malbar), sebesar 33.012,36 ton, di tahun 2018.

Desa penunjang produksi jagung terbesar di Kabupaten Luwu Utara, yakni Desa Pombakka yang ada di Kecamatan Malbar.

Sepanjang 2018, Desa Pombakka berhasil memproduksi jagung sebesar 1.000 ton. Dan pada Januari 2019 ini, desa tersebut sudah memproduksi jagung sebesar 200 ton.

Data ini diketahui setelah pihak Pemda Kab. Luwu Utara menggelar acara Panen Raya Jagung NK – 7328 NK – Sumo, 31 Januari pekan lalu, di Dusun Sauru, Desa Pombakka, Kecamatan Malangke Barat.

Melihat potensi yang dimiliki oleh Desa Pombakka, sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) Lutra menjadikan desa ini salah satu sentra komoditi jagung.

“Pombakka salah satu desa yang cukup potensial dan kita harap menjadi sentra jagung, termasuk di Desa Baku-Baku,” ungkap Camat Malbar, Sulpiadi, saat dikonfirmasi Minggu (03/02/2019).

Menurutnya, salah satu keunggulan dari komoditi jagung adalah durasi pertumbuhan hingga panennya yang relatif singkat, karena hanya dilakukan dalam lima fase saja.

“Produksi jagung itu singkat hanya lima fase, dimulai dari pembersihan lahan, penanaman, penyemprotan, pemupukan dan panen,” kata Sulpiadi.

Sulpiadi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PT. Sygenta Indonesia atas kerja samanya dengan pihak Pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung yang ada di Kecamatan Malangke dan Malangke Barat.

“Terima kasih buat PT. Sygenta Indonesia yang selama ini banyak bersinergi dengan Pemerintah Daerah, khususnya di wilayah kecamatan Malangke – Malbar, sehingga dari waktu ke waktu produksi jagung semakin meningkat, seperti yang kita rasakan saat ini,” tambahnya.

“Sukses buat petani. Kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa petani,” pungkasnya. (Lh|Hms)