SIKKA – Tim medis dari Gugus Tufas COVID-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilempari beras, jagung dan ikan saat akan melakukan tes swab terhadap warga di Parumaan, Alok Timur.

Dilansir dari SINDOnews, Warga Parumaan yang menolak dilakukan uji swab COVID-19 melakukan protes dengan cara merusak perabot rumah tangga dan menumpahkan beras dan melemparkannya ke petugas

Aksi nekat yang dilakukan para ibu-ibu itu dilakukan sebagai bentuk protes menolak anggota keluarga mereka diambil sampel swab oleh petugas tim medis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sikka. Dua warga akan diambil sampelnya karena berdasarkan tracking diketahui keduanya melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 di Sikka.

Seorang ibu bahkan menghancurkan perabot rumah tangga dengan sebatang kayu. Selanjutnya ibu tersebut melempari petugas dengan beras, jagung serta ikan cumi. Protes warga ini pun mereda setelah aparat gabungan melakukan pendekatan. Hingga akhirnya proses pengambilan sampel swab bisa dilakukan.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sikka, Petrus Heranimus mengakui bahwa aksi yang dilakukan warga tersebut terkait akan dilakukannya pengambilan sampel swab. “Namun tim berhasil mengambil sampel swab dan tim gugus tugas turun dengan personel lengkap yang terdiri dari TNI/Pori. Anggota TNI AL dari Lanal Maumere menggunakan kapal ke lokasi,” katanya, Senin (1/6/2020).

Hingga saat ini jumlah pasien Corona di Sikka mencapai 27 orang dan semuanya masih dilakukan perawatan di ruang isolasi. (*)