LUTRA | TOPNEWS.co.id – Pelaksanaan salat iduladha mendatang kembali akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana para jemaah nantinya tetap diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mengingat pandemi virus corona alias covid-19 masih terus berlangsung sampai saat ini.

Meski Kabupaten Luwu Utara masuk ke dalam zona kuning alias tingkat penyebaran sedang, tapi indeks kewaspadaan ada pada level 4 alias waspada siaga satu.

Dibanding Idul Fitri lalu yang diimbau dilaksanakan di rumah, salat Idul Adha kali ini tidak ada lagi imbauan salat di rumah.

Meski begitu, lokasi salat Idul Adha, khususnya di Masamba, tak lagi menggunakan runaway bandara Andi Djemma seperti tahun sebelumnya. Melainkan hanya dibolehkan dilaksanakan di masjid.

Hal ini diungkap Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lutra, Muslim Muhtar, di Masamba, Selasa (07/07/2020).

“Setelah mendengar masukan dari TNI, Polri, Kementerian Agama, MUI, dan organisasi islam lainnya, dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Salat Iduladha kemarin, maka kita bersepekat bahwa untuk di Masamba tidak dilaksanakan di Bandara Andi Djemma, melainkan di masjid,” ungkap Muslim.

Jemaah juga tetap harus mengikuti protokol kesehatan, seperti pakai masker dan menghindari kerumunan.

“Keputusan lainnya adalah meniadakan sambutan seragam Bupati dan memperpendek durasi khutbah,” imbuhnya.

Bagaimana di luar kota Masamba? Ia menyebutkan, pelaksanaan salat iduladha di luar kota Masamba tetap boleh dilakukan di lapangan. Tapi dengan catatan, jemaah harus menaati protokol kesehatan sesuai anjuran.

“Tetap wajib pakai masker, panitia akan mengukur suhu tubuh jemaah dengan menggunakan thermogun, panitia juga harus menyediakan dua pintu yang berbeda untuk jemaah perempuan dan laki-laki guna menghindari kerumunan di pintu masuk dan keluar sebelum dan sesudah pelaksanaan salat id,” terang dia.

Yang tak kalah pentingnya, kata dia, adalah mengimbau masyarakat, khususnya yang masuk kategori usia lanjut dan anak-anak usia di bawah 10 tahun, untuk tidak ikut ke lapangan mengikuti salat iduladha, mengingat kedua golongan ini paling rentan atau rawan terpapar covid-19.

“Kita berharap para aparat yang bertugas di lapangan nanti, termasuk dari Satpol PP, untuk ikut aktif memberikan edukasi kepada jemaah sebelum masuk ke lokasi pelaksanaan salat id agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucap dia. (LH)