Puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dana Bisnis Islam (Febi) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa menggugat UKT (amuk), kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Fakultas Febi, Senin (26/8).

PALOPO | TOPNEWS.co.id – Puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dana Bisnis Islam (Febi) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa menggugat UKT (amuk), kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Fakultas Febi, Senin (26/8).

Mereka menuntut, agar pihak kampus menurunkan Uang Kuliah Tungga (UKT)/Biaya Kuliah Tunggal (BKT), yang dinilai sangat membebani Mahasiswa Baru (Maba) khususnya mahasiswa miskin.

Aksi tersebut sempat memanas, lantaran pihak birokrasi enggan memberikan tanggapan dan beretemu dengan para demonstran.

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, Alfianto mengatakan jika pihaknya meminta transparansi pihak kampus dalam menetapkan UKT/BKT untuk mahasiswa baru tahun 2019.

Sebab katanya, pihak kampus semena-mena dalam menetapkan UKT untuk mahasiswa baru tanpa mempertimbangkan perekonomian orang tua, para mahasiswa tersebut.

“Kami hari ini yaitu meminta tranparansi dari pihak kampus terkait penetapan UKT/BKT yang manyama ratakan antara yang kaya dan miskin , ini adalah aksi kedua kami dan akan terus melakukan aksi sampai pihak kampus meninjau kembali terkait penetapan UKT/BKT tersebut,” katanya.

“Karena kebijakan Fakultas yang menetapkan UKT Gret 3 Pada calon mahasiswa jalur mandiri, maka kamu menuntut agar pihak terkait bertanggung jawab,” sambung Alfianto .

Hal senada juga disampaikan oleh orator lainnya, Ari. Dia mengatakan jika hal tersebut, membuat para orang mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan anaknya lantaran biaya pendidikan yang sangat tinggi.

“UKT yang telah di dapatkan oleh calon mahasiswa baru itu tidak sesuai harapan bagi para orang tua calon mahasiswa baru, sehingga orang tua calon mahasiswa baru mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan bagi anak-anaknya,” katanya.

Sementara, Wakil Dekan 1 Febi, Ruslan menuturkan jika Dekan enggan menemui para mahasiswa lantaran geram, melihat aksi para anak didiknya tersebut.

“Ibu dekan tadi ingin bertemu dengan kalian, tapi karena kalian bakar ban maka ibu dekan kecewa dan marah,” katanya. (Amr)