MANCHESTER – Tahan napas dan tunggu kejutan yang bisa terjadi pada penutupan bursa transfer pemain. Tak jarang, tekanan deadline transfer membuat klub-klub kerap melakukan pembelian tidak terencana dan di luar nalar kebutuhan.

Operasi tersebut tak selalu berhasil, tapi juga tidak juga gagal 100 persen. Pengalaman operasi pada detik-detik akhir bursa transfer pernah dilakoni klub-klub top Liga Primer, seperti dialami Liverpool. Dilansir dari SINDOnews, Januari 2011, prioritas mereka mencari pengganti Fernando Torres yang hijrah ke Chelsea. Tapi, sudah mendapatkan Luis Suarez dari Ajax Amsterdam, Liverpool masih belum puas.

Mereka menjatuhkan pilihan pada penyerang Newcastle United, Andy Carroll yang ditebus seharga 35 juta poundsterling. Sayangnya, Carroll gagal memenuhi ekspektasi. Penyerang jangkung itu hanya mencetak enam gol dalam 26 pertandingan liga untuk Liverpool sebelum akhirnya bergabung dengan West Ham dalam kontrak permanen pada Mei 2013.

Kesalahan serupa juga pernah dilakukan Manchester City (Man City) saat mendatangkan Benjani Mwaruwari jelang penutupan bursa transfer Agustus 2008. Konferensi penyambutan telah disiapkan The Citizens, tetapi harus diundur karena sang penyerang telat datang karena tertidur dan melewatkan dua penerbangan ke Manchester.

Pada saat itu, Man City tampaknya merasa menyesal karena khawatir dengan cedera lutut Mwaruwari yang sudah berlangsung lama sehingga mencoba mundur dari kesepakatan awal. Seorang juru bicara Man City kemudian menyatakan kesepakatan itu belum tercapai sebelum tenggat waktu tengah malam tetapi, empat hari kemudian, Liga Primer mengonfirmasi bahwa telah menerima dokumen yang diperlukan tepat waktu dan kepindahan itu resmi selesai.

Benjani membuat awal yang ideal untuk karier di Man City, mencetak gol pada debutnya dalam kemenangan 2-1 melawan Manchester United, tetapi cedera membatasi penampilannya. Setelah itu, bermain 22 pertandingan lebih lanjut dan mencetak tiga gol lagi selama periode dua tahun sebelum pergi pada 2010 ketika kontraknya berakhir.

Panic buying turut dilakukan Manchester United (MU). Kurang dari satu jam sebelum jendela transfer musim panas 2013 ditutup, The Red Devils mengonfirmasi penandatanganan Marouane Fellaini seharga 27,5 juta poundsterling, 4 juta poundsterling dari klausul rilisnya. Itu terjadi karena pelatih David Moyes baru menyadari klausul rilis Fellaini senilai 23,5 juta yang sudah melewati batas waktunya, 31 Juli dan MU terlambat bernegosiasi dengan Everton.

Setelah Moyes dipecat, karier Fellaini cenderung naik turun di bawah Louis Van Gaal dan Jose Mourinho hingga akhirnya hengkang ke klub Liga Super China, Shandong Luneng pada Januari 2019. Total dari 177 penampilannya, Fellaini mencetak 22 gol. Di era Van Gaal, MU turut menggelontorkan dana senilai 168 juta poundsterling untuk memboyong tujuh pemain di bursa transfer musim panas 2014 di antaranya Radamel Falcao, Daley Blind, Angel di Maria, Timothy Fosu Mensah, Marcos Rojo, dan Ander Herrera, tapi itu tidak menjadi jaminan. Falcao, Di Maria, dan Rojo gagal bersinar.

Namun tak semua gagal. Seperti kisah Arsenal. Memboyong Mikel Arteta dari Everton satu jam sebelum bursa transfer 31 Agustus 2011 ditutup. Banyak yang menganggap Arsene Wenger melakukan kesalahan karena tidak sebanding dengan kualitas Cesc Fabregas. Arteta membuktikan tudingan itu keliru. Gelandang Spanyol tersebut akhirnya mampu menunjukkan kualitas dan pengaruh besarnya di lapangan. Arteta bahkan dipercaya menjadi kapten The Gunners.

Melihat cerita tersebut, Vice-Chairman MU Ed Woodward rupanya mulai belajar dan tidak terburu-buru dalam menetapkan buruannya. Perbaikan itu terlihat saat memboyong Harry Maguire (80 juta poundsterling) dan Bruno Fernandes (67,6 juta poundsterling). Progres positif tersebut coba dilakukan kembali dilakukan The Red Devils di musim panas ini. Baru mendatangkan Donny van De Beek seharga 40 juta poundsterling, MU terlihat kesulitan menambah amunisi baru di sisa waktu jendela transfer.

Negosiasi dengan Borussia Dortmund terkait Jadon Sancho masih buntu karena klub mematok 108 juta poundsterling. Begitu juga dengan Alex Telles di mana MU keberatan dengan harga 18 juta poundsterling yang ditetapkan FC Porto. Kecaman fans dan para legenda rupanya tidak membuat Woodward panik. Bergerak dalam senyap, MU dikabarkan selangkah lagi mendapatkan Edinson Cavani secara gratis. Penyerang Paris Saint Germain (PSG) tersebut sepakat dengan kontrak dua tahun dan gaji senilai 210 ribu poundsterling per pekan.

Kemungkinan besar Cavani akan diumumkan resmi pada hari ini. Meski telah berusia 33 tahun, ketajamannya tidak perlu diragukan lagi. Tercatat dari 301 penampilannya bersama PSG, Cavani telah mencetak 200 gol. Pengalaman Cavani jelas menjadi suntikan besar lini depan MU di samping Anthony Martial, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford.

Kehadiran Cavani tentu sangat dibutuhkan MU untuk bersaing di Liga Primer dan Liga Champions. Solskjaer juga tidak merasa khawatir dengan belum selesainya proses transfer beberapa pemain incarannya. Dia menegaskan mendapatkan dukungan penuh dari klub dan segala sesuatunya bisa terjadi jelang penutupan bursa transfer.

“Klub mengetahui apa yang saya inginkan. Jendela transfer masih terbuka untuk beberapa saat. Jika sesuatu terjadi masuk atau keluar, anda akan mengetahuinya. Tetapi, ada banyak cara untuk meningkatkan performa tim,” kata Solskjaer dilansir bbc.

Pernyataan Solskjaer mengindikasikan bahwa MU bisa saja menambah pemain di batas akhir penutupan bursa transfer kali ini. Proses kepindahan Sancho dan Telles bisa saja terjadi. Selain itu, MU juga menyiapkan alternatif, seperti Ousmane Dembele (Barcelona).

MU dikabarkan mendapatkan potongan harga senilai 60 juta poundsterling dari Barca untuk memboyong Dembele. Angin segar itu diberikan pelatih Ronald Koeman. Dia mengatakan semua keputusan diserahkan kepada Dembele sendiri dan klub akan mengikuti. Terlebih Koeman tidak akan keberatan karena dia berambisi mendatangkan Memphis Depay dari Olympique Lyon.

“Dembele adalah pemain Barca, masa depannya bergantung pada apa yang dipikirkannya. Saya belum berbicara apa pun dengannya, jadi kita lihat saja. Jika tidak ada yang terjadi, maka Dembele tetap tinggal dan saya akan memaksimalkannya,” kata Koeman.

Kejutan pada penutupan bursa transfer mungkin juga dinantikan oleh klub-klub elite lainnya termasuk PSG. Mereka belum menyerah memburu tandang tangan Dele Alli, meski tawaran meminjam senilai 3 juta poundsterling ditolak Tottenham Hotspur. Peluang Les Parisiens tetap besar karena Tottenham kemungkinan melepas Alli di kisaran 4 juta poundsterling. (*)