Tim sar gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad bocah yang terseret arus sungai saat mencuci mobil dua hari lalu, di sekitar Pantai Karang-karangan, Laut Teluk Bone, Luwu, pada Senin (22/04/2019) pagi.

TOPNEWS.id|LUWU – Tim sar gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad bocah yang terseret arus sungai saat mencuci mobil dua hari lalu, di sekitar Pantai Karang-karangan, Laut Teluk Bone, Luwu, pada Senin (22/04/2019) pagi.

Korban pelajar SMP berinisial AS (14) ini, terseret arus Sungai Kandoa, Desa Puty, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu sore lalu, ditemukan tim sar gabungan dalam kondisi tengkurap.

Dengan menggunakan dua unit perahu karet, tim sar gabungan dari Basarnas, BPBD Luwu, TNI dan Kepolisian yang dibantu warga setempat menyisir pantai perairan Laut Teluk Bone yang berjarak sekitar 5 mil dari lokasi awal kejadian dan berhasil menemukan korban.

Danpos Basarnas Palopo, Dadang Tarkas, yang juga ikut proses pencarian mengatakan, bahwa korban ditemukan sekitar pukul 08.26 Wita pagi tadi dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Tubuh korban kemudian kami angkat dan mengkonfirmasi pihak keluarga untuk memastikan apakah keluarganya atau bukan. Setelah dikonfirmasi keluarga korban mengatakan bahwa dia adalah keluarganya. Tim melakukan evakuasi dari lokasi penemuan hingga rumah duka,” kata Dadang, saat ditemui di rumah duka.

Ratusan warga dan keluarga yang berada di rumah duka menyambut jenazah korban dengan isak tangis saat tim sar membawa korban dengan menggunakan mobil ambulance.

Menurut warga setempat, Hasrun, bahwa AS adalah anak yang patuh pada orangtua, ulet dan cerdas di sekolah.

“Memang dia itu rajin, kalau sore bersama temannya ke sungai untuk mencuci mobil, lumayan buat mereka ini untuk mencari tambahan pembeli buku atau jajanan di setiap harinya,” kata Hasrun, yang juga merupakan tetangga korban. (**)