PALOPO | TOPNEWS.co.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar rapat koordinasi pengelolaan lingkungan hidup dengan Camat dan Lurah se-kota Palopo yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Ratona Kantor Walikota Palopo, Kamis (11/02/2021).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Hj. Sitti Baderia, S.Pd.,M.Si, mengatakan, bahwa kita tidak bisa apa-apa tanpa dukungan masyarakat dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang tentunya didukung pula kerjasama Camat dan Lurah.

“Untuk mencapai indeks lingkungan yang baik maka dibutuhkan kerja sama dari para camat dan lurah terutama dari masyarakat,” ungkap Sitti Baderia.

Hal ini menurut Sitti Baderia, agar selaras dengan visi Walikota Palopo yakni menjadikan wilayah Kota Palopo sebagai kota masa depan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Palopo, Farid Kasim Judas, SH.,M.Si.,MH yang hadair dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kita semua wajib berkomitmen menciptakan lingkungan sehat dan bersih agar masyarakat bisa terhindar dari berbagai potensi penyakit dan virus lainnya.

“Seperti genangan air apalagi musim hujan jadi perlu diantisipasi oleh masyarakat itu sendiri. Namun tentu ada edukasi dan motivasi Camat dan Lurah untuk memberdayakan bersama bekerja bergotong royong melakukan pembersihan di wilayah masing-masing,” terang FKJ sapaan akrabnya.

Selain itu, disampaikan pula FKJ, bahwa langkah antisipasi program yang ada di Dinas Lingkungan Hidup harus mendapatkan dukungan dari para Lurah terkait penempatan kontainer nantinya.

Ia juga mengatakan, masalah kebersihan juga tentu merupakan linear program dari bangga kencana terkait program stunting.

“Karena salah satu faktor sensitif stunting adalah sanitasi lingkungan buruk, yaitu misalnya apabila ada genangan air yang tersumbat bisa berkumpulnya nyamuk berkembang biak yang bisa mengganggu kesehatan balita,” tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, Drs. Firmanza DP.,SH.,M.Si yang dalam hal ini mewakili Walikota Palopo, menyebutkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya tanggung-jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah, namun merupakan tanggung jawab kita semua.

“Salah satu yang menjadi perhatian kita yaitu masih ada beberapa koreksi pembersihan sehingga mau tidak mau kita akan tetap melakukan pembersihan selokan. Untuk itu bagaiman Camat dan Lurah lebih mengaktifkan lagi gerakan masyarakat melakukan pembersihan,” jelas Firmanza.

“Kebersihan dan keamanan didaerah wilayah masing-masing menjadi fokus kita agar masyarakat bisa merasakan eksistensi sebagai pemerintah,” pungkasnya. (prokopim)