Gubernur Susel, Prof Nurdin Abdullah saat menghadiri acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW, di Kelurahan Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng, Jumat, (6/12/2019).

BANTAENG | TOPNEWS.co.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H M Nurdin Abdullah berbicara mengenai setiap orang memiliki strategi kepemimpinan yang berbeda-beda dalam memimpin daerahnya. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Maulid Nabi besar Muhammad SAW, di Kelurahan Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng, Jumat, (6/12/2019).

“Setiap pemimpin punya strategi dan cara memimpin yang berbeda-beda. Bantaeng harus menjadi contoh yang baik bagi daerah lain,” ungkap Prof Nurdin Abdullah.

Baca Juga: Tim Gegana Brimob Polda Sulsel Ledakkan Mortir Aktif di Palopo

Prof Nurdin juga menyampaikan, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng, jika keberhasilan yang diraihnya. Itu semua karena kabupaten Bantaeng.

“Jujur saja saya ingin menyampaikan Pak Bupati, saya tidak akan mungkin jadi Gubernur kalau tidak jadi bupati di Bantaeng. Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh masyarakat di Bantaeng, kita sudah sama-sama bekerja termasuk menyelesaikan masalah banjir di daerah ini,” jelas Bupati Bantaeng 2008-2018, yang disambut tepuk tangan meriah meriah dari seluruh hadirin.

Baca Juga: Semangat Garuda di Lautku, Merambah Ke Nusantara

Yang paling penting, Prof Nurdin menyampaikan kepada seluruh hadirin posisinya sebagai orang nomor satu di Sulsel akan mendukung penuh pembangunan di Bantaeng.

“Saya 100 persen untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Bantaeng ini. Kunci untuk Bantaeng bisa maju harus mendukung pemimpin kita, kita harus menjaga pemimpin kita, dan menjaga aib pemimpi kita,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Dirinya juga mengaku, menjadi seorang pemimpin adalah orang yang siap keluar dari zona nyaman. “Saya rasakan betul bagaimana rasanya menjadi Gubernur Sulsel,” pungkasnya.(**)