AMBON – Pemuda Negeri Tamilow, angkat bicara. Itu terkait insiden yang terjadi melibatkan pemuda Dusun Rohua, Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah. Dua kampung bertentangga itu, sempat tegang, pasca peristiwa pemukulan dan pengerusakan tanaman.

Pemuda Negeri Tamilow, Zukkarnaen Wellete, menyayangkan adanya pemberitaan dari salah satu media massa yang seolah-olah menyudutkan kampung halamannya. Menurut Jul, panggilan akrap Zukkarnarin, kronologis yang diceritakan melalui media, sangat melenceng dari kejadian fakta di lapangan.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Apa yang diberitakan menyudutkan kami di Negeri Tamilow. Atas dasar itu, kami akan menuntut balik,” kata Jul, kepada media ini, via telepon Minggu, 16 Agustus 2020.

Awalnya, lanjut Alumni Universitas Tinggi ternama di Makassar ini, hanya terjadi salah paham. Itu dipicu salah satu kelompok dari Negri Sepa yang sedang mencari dana untuk menyongsong 17 Agustus. Jadi ada jalan yang terkena dampak banjir dibersihkan. Ketika ada kendaraan yang lewat itu minimal harus bayar. Bayaran juga tidak dipatok.

Kebetulan ada pemuda dari pihak Ruhua melintas dalam kondisi mabuk dan membawa alat tajam. Saat bersamaan ada pemuda Tamilouw juga lewat dengan mobilnya, lalu terjadi adu mulut.

“Cuma karena pemuda Ruhua itu mabuk jadi dia mengeluarkan kata-kata makian dan provokasi. Tidak terima, akhirnya pemuda Tamilouw melayangkan pukulan ke korban dan seketika itu pemuda Ruhua tersungkur ke tanah,” beber Jul.

Korban pulang ke Ruhua dalam keadaan penuh darah. Kemudian, tambah Jul, mungkin mengadu yang macam-macam ke rekan-rekannya di Ruhua. Hal itulah yang menimbulkan kemarahan dari pihak keluarga korban dan akhirx terjadi pemblokiran jalan.

“Pemuda dari Tamilouw sudah di amankan polisi untuk di ambil keterangan. Tetapi pemblokiran jalan dan aksi penebangan tanaman dan pembakaran di perbatasan kedua wilayah menimbulkan masih saja dilakukan pihak Ruhua. Itulah yang menimbulkan kemarahan dari pemuda Negeri Tamilouw,” terang Jul yang juga Sekretaris di Pemuda Negeri Tamilouw ini dengan nada keras. (ded)