MAKASSAR | TOPNEWS.co.id – Pergerakan bakal calon Bupati Dan Wakil Bupati jelang Pemilihan Kepala Deerah (Pilkada) 9 Desember 2020 sudah sangat masif.

Di Kabupaten Luwu Timur tim pemenangan 2 kandidat bacalon Kepala Daerah yang diprediksi akan saling berhadap-hadapan antara MTH-Budiman dan Ibas-Rio sudah menyiapkan strategi jitu untuk menarik simpatik masyarakat.

Diberbagai kesempatan 2 bacalon sudah mulai memaparkan program unggulannya, serta menggaransi diri bahwa merekalah yang pantas menahkodai Kabupaten Luwu Timur periode 2020-2025.

Pasangan Ibas-Rio yang di kenal sebagai pasangan milenial penantang petahana di setiap kesempatan bersilaturahmi dengan massa pendukungnya mulai memaparkan progra inovatif yang diyakini mampu membawa Luwu Timur jauh lebih baik.

Beda halnya dengan petahana MTH-Budiman, dengan jargon Lanjutkan ini lebih aktif mensosialisasikan apa yang telah diraih selama memimpin Luwu Timur.

Bahkan diberbagai kesempatan, MTH terlihat lebih banyak mengcounter program-program yang akan dijalankan oleh pasangan penantangnya pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Terkait dengn hal itu, salah seorang pengamat politik, Ismail Jhufri yang ditemui di salah satu warkop di Makassar, menanggapi dinamika politik yang terjadi di daerah penghasil Nickel tersebut.

Menurutnya, Pilkada Luwu Timur menjadi perhatian banyak orang. Bukan karena pertarungan putra-putra terbaik Tanah Luwu, melainkan jumlah pemilih yang bisa mempengaruhi konstalasi politik di Sulsel.

“Luwu Timur ini merupakan kabupaten yang menjadi salah satu perhatian banyak petinggi di pilkada mendatang. Karena memang jumlah pemilih di daerah tersebut cukup banyak dan dapat mempengaruhi konstalasi politik di Sulsel,” jelas Ismail Jhufri.

Lebih lanjut pria berkacamata yang identik dengan panggilan Pung Is ini menambahkan bahwa apa yang dipertontonkan oleh 2 kandidat bacalon di Luwu Timur ini terkesan terbalik.

“Saya melihat konstalasi politik di Lutim terkesan terbalik. Jika melihat apa yang terjadi saat ini, petahana yang harusnya sudah bisa full power dengan program andalannya justru disibukkan dengan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengkcounter program penantangnya dan ini sangat bahaya bagi seorang petahana,” paparnya.

“Mestinya jika petahana merasa kuat mereka harus berani adu program dengan penantangnya. Ini dinamika baru yang kami lihat di Luwu Timur,” pungkasnya.

Diketahui, Pilkada Luwu Timur 9 Desember mendatang, pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang saat ini masih menjabat akan saling berhadapan. MTH yang di gawangi koalisi gemuk Golkar akan mendapat lawan sepadan Ibas usungan Partai Nasdem dan Partai Demokrat.(*)