Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin (kanan) saat memantau pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker di Posko Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19, di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat (10/4/2020). Foto/tim JPK Sulsel.

MAKASSAR | TOPNEWS.co.id – Jaringan Peduli Kemanusiaan (JPK) Sulawesi Selatan kembali menerima bantuan sumbangan Alat Pelindung Diri (APD) dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang akan didistribusikan bagi tenaga medis.

“Alhamdulillah, Bupati Bantaeng memberikan 30 lembar baju APD beserta masker kepada kami untuk disalurkan bagi tenaga medis di puskesmas Kota Makassar,” ujar Koodinator JPK Sulsel, M Darwin Fatir di Makassar, Sabtu (11/04/2020).

Dengan penyerahan bantuan tersebut, kata dia, jumlah sebaran APD ke Puskesmas dari total keseluruhan di Makassar sebanyak 46 puskesmas.

Rencananya, bantuan APD dan masker dari Pemkab Bantaeng akan disalurkan bersamaan dengan APD dari donasi yang terkumpul sebanyak 100 lembar. Saat ini sudah terkumpul 130 lembar APD.

Penyaluran ini merupakan tahap dua, selanjutnya didistribusikan ke 35 puskesmas pada Senin, 13 April 2020. Sejauh ini JPK telah menyalurkan APD di 11 puskesmas.

“Kami memberikan apresiasi serta berterima kasih atas bantuan Pemkab Bantaeng yang mempercayakan penyaluran APD ini kepada tenaga medis. Fokus kami sementara ini seluruh Puskesmas di Makassar,” tambah Darwin.

Sebelumnya, Pemkab Bantaeng melalui Bupatinya, Ilham Syah Azikin telah menyerahkan sebanyak 30 lembar APD beserta Masker kepada JPKK Sulsel di Posko Gugus Tugas COVID-19 Bantaeng Pada Jumat, 10 April 2020.

Ilham mengemukakan, tidak melihat sekat apalagi wilayah, kelompok maupun golongan. Pihaknya berharap ada kebersamaan berbagi, apa yang dimiliki bisa dimanfaatkan buat penanganan COVID-19 di Sulsel.

“Gerakan teman-teman jurnalis ini saya pikir adalah bagian yang tidaka terpisahkan dari seluruh elemen masyarakat Sulsel, dalam penangaan dan pencegahan COVID-19,” paparnya.

“Kami menitip APD dan masker kepada teman-teman jurnalis mudah-mudahan bisa didistribusikan dengan tepat sasaran dan membantu pihak tenaga medis di Sulsel,” harap dia.

Sedangkan untuk produksi APD di Bantaeng, dijalankan masyarakat binaan, baik lulusan dari Balai Latihan Kerja (BLK) dan Deskranasda Bantaeng yang telah didik.

Selain pemenuhan kebutuhan APD, Ilham berharap APD dan masker yang ada Bantaeng bisa menjadi pemecah terhadap persoalan sosial ekonomi karena telah memberdayakan masyarakat lokal untuk memproduksi.

“Teman-teman kepala desa di Bantaeng juga telah memanfaatkan dana desa untuk memproduksi APD dan masker yang orientasinya adalah pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan. selanjutnya kami beli, lalu dibagikan secara gratis bagi yang memerlukan,” pungkasnya. (**)