LUTRA|TOP-NEWS.co.id – Ribuan anak korban bencana banjir bandang Luwu Utara, berjalan mengitari posko pengunsian, Kamis (30/7/2020) malam.

Mereka bersuka cita menyambut hari raya Idul Adha 1441 H, mereka melantukan takbiratul ikhram sembari membawa obor. Mereka melakukan pawai obor dengan berjalan kaki sejauh lima kilometer, di kawasan puncak Desa Meli.

Tidak ada lagi raut wajah kesedihan, mereka terlihat ceria, kendati hingga saat ini, bayang-bayang kejadian yang menimpa Luwu Utara masih mengusik dibenak mereka.

Pawai obor itu, merupakan hasil kreatifitas kelompok pemuda di wilayah tersebut, untuk menghibur anak-anak dan para pengungsi.

Salah satu pengungsi korban banjir bandang Luwu Utara, Lina, mengatakan sangat bahagia dapat berkumpul dengan keluarga, meski dalam keadaan mengungsi dan tinggal di bawah atap tenda terpal yang dingin.

“Merasa bahagia, bersyukur masih dapat selamat dari bencana dan bisa berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Lina merupakan salah satu korban yang selamat dari peristiwa tersebut. Rumahnya habis diterjang banjir bandang Senin 13 kuli 2020, malam lalu.

Sementara itu, salah seorang Relawan, Nilam, mengaku terharu dengan suasana yang tidak biasanya dialami sebelumnya.

“Suasananya bikin terharu, biasanya kan dirumah bersama keluarga tapi ini kita berkumpul dengan saudara kita yang terdampak bencana banjir di tengah-tengah posko pengungsian dengan penerangan obor. Tadi, Alhamdulillah ramai, kita sudah 3 kali putaran tapi karna hujan jadi kita bubar,” ujarnya.

Bersama ribuan korban banjir bandang lainnya, Lina berharap, agar ke depan Luwu Utara semakin baik dan segera bangkit serta pulih kembali seperti sedia kala. (Key)