LUTRA – Bencana alam yang kemudian diikuti dengan pengungsian tentu menyisakan banyak persoalan, salah satunya masalah kesehatan. Di tengah momentum bulan vitamin A, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu Utara tetap melaksanakan pemberian suplementasi vitamin A kepada seluruh bayi dan balita yang ada di tengah pengungsian.

Kepala Dinas Kesehatan melalui Sekretarisnya, Agunawan, menyebutkan, bulan vitamin A yang jatuh di Februari dan Agustus tetap dilaksanakan, meski di tengah masa tanggap darurat bencana. “Kendati masih dalam masa tanggap darurat bencana, bayi dan balita yang ada di tenda pengungsian tetap mendapatkan vitamin A,” kata Agunawan saat ditemui di lokasi pengungsian Meli, Senin (10/8/2020).

Agunawan menyebutkan, pemberian vitamin A kepada para bayi dan balita ini bertujuan untuk menjaga kesehatan mata dan juga kekebalan tubuh pada anak. “Anak yang mendapatkan vitamin A akan lebih kebal apabila terkena diare, campak, atau penyakit infeksi lainnya,” terangnya.

Ia menyebutkan, pemberian dosis disesuaikan dengan usia sang anak. “Usia 6 – 11 bulan diberi vitamin A dengan dosis 100.000 IU yang ditandai dengan warna biru. Sedangkan, usia 1 – 5 tahun diberi dosis 200.000 IU yang ditandai dengan warna merah. Pemberian dosis vitamin memang berbeda, tentu sesuai dengan kebutuhan usia anak tersebut,” jelasnya.

Sejatinya, kata dia, pemberian vitamin A selalu dilakukan pada pelaksanaan posyandu. Mengingat kondisi masih tanggap darurat, maka pemberian dilakukan dengan cara memberikan pelayanan langsung ke tenda-tenda pengungsian. “Kondisi saat ini memang berbeda, sehingga kita melakukan pelayanan langsung ke tenda-tenda pengungsian,” tandasnya

Apa sih manfaat dari vitamin A? Dikutip dari website www.kesmas.kemkes.go.id, vitamin A terlibat dalam pembentukan, produksi dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi, dan integritas sel epitel pelapis tubuh. Juga mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan. Sementara anak yang kekurangan vitamin A risikonya anak rentan terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare. (hms)