Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon, saat memimpin apel pagi di Mako Polres Maros, Sulsel, Kamis (02/04/2020) pagi.

MAROS | TOPNEWS.co.id – Wabah penyakit virus Corona (Covid- 19) yang melanda Indonesia menjadi perhatian khusus pemerintah, baik ditingkat pusat, provinsi, kabupaten maupun ditingkat desa.

Sejak Presiden RI Jokowi mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret lalu, Indonesia secara otomatis menjadi salah satu negara yang terdampak virus corona dan menetapkan status waspada.

Berbagai aktifitas kegiatan ditunda dan ada juga yang tiadakan pelaksanaanya dengan munculnya wabah penyakit Covid-19 tersebut.

Salahsatu kegiatan yang mengalami penundaan yakni seleksi penerimaan terpadu anggota Polri TA. 2020 baik Akpol, Bintara maupun Tamtama.

Di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) sendiri, panitia juga menghentikan sementara proses pendaftaran dan verifikasi online bagi para peserta sebagaimana tindaklanjut maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 dan larangan berkumpul.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon, saat memimpin apel pagi di Mako Polres Maros, Sulsel, Kamis (02/04/2020) pagi.

Selaku Ketua Pabanrim seleksi anggota Polri Polres Maros, AKBP Musa Tampubolon mengatakan, bahwa penundaan sementara pendaftaran dan verifikasi online bagi para peserta seleksi calon anggota Polri guna menjalankan maklumat Kapolri tentang pencegahan penularan penyakit covid-19 dan larangan berkumpul.

“Ya betul. Saat ini proses pendaftaran dan verifikasi calon anggota Polri pada Polres Maros kami tunda sementara. Ini untuk menjaga menularnya penyakit covid-19 diantara peserta dan juga sebagai bentuk konsistensi kami atas kebijakan pemerintah dan maklumat Bapak Kapolri untuk pencegahan penularan covid 19 dan larangan berkumpul,” jelas AKBP Musa Tampubolon.

Menurutnya, pelaksanaan verifikasi sudah dihentikan sejak 22 Maret lalu, dan kembali di buka pada 06 April mendatang sesuai perintah Kapolda Sulsel lewat telegram.

“Kami hentikan sejak 22 Maret sampai 6 April sesuai surat telegram Kapolda Sulsel, dan akan dibuka kembali sampai ada petunjuk dari Mabes dan Polda, namun pastinya kami berharap kepada para casis jangan terlena dengan masalah wabah ini, tetap jaga kondisi dan persiapkan diri lebih matang dirumah dengan berlatih, olahraga, jaga kesehatan dan beribadah dengan khusuk, sehingga begitu pelaksanaan pendaftaran dan verifikasi dibuka kembali, mereka sudah siap mengikuti seleksi,” terangnya.

Pihak panitia dari Polres Maros pun selama penundaan proses pendaftaran dan verifikasi gencar melaksanakan sosialisasi dimedia sosial guna menjaring animo sebanyak-banyaknya.

Sementara itu, Kabagsumda Polres Maros Kompol Sainuddin menyatakan, bahwa kegiatan selama penundaan tahap verifikasi online bagi para casis kami manfaatkan dengan berbagai kegiatan.

“Salah satunya dengan melaksanakan sosialisasi dimedia sosial mengajak putra-putri Maros untuk bergabung menjadi anggota Polri melalui pesan bergambar dan testimoni dari beberapa pejabat,” kata Kompol Sainuddin.

Polres Maros sendiri telah menerima pendaftar secara online sebanyak 276 orang tingkat Bintara dan Tamtama.

Sementara bagi pendaftar yang belum mendaftarkan diri ke panitia agar mengunjungi situs resmi pendaftaraan polri di www.penerimaan.polri.go.di.

“Kami berharap semoga wabah covid-19 ini cepat selesai sehingga para peserta dapat mengikuti proses seleksi dengan baik. Aamiin,” pungkas Kompol Sainuddin. (ptr)