Ilustrasi

PALOPO|TOP-NEWS.co.id – Mudik lebaran telah terjadi. Saat di muncul kekhawatiran adanya gelombang infeksi kedua ketika masyarakat dibiarkan melakukan mudik pada periode angkutan lebaran 2020.

Untuk skala Kota Palopo, dari data tiga posko penjagaan masuknya warga, yakni di Islamic Center, Lebang, dan Telluwanua, tercatat sekira 1.812 pemudik terdata masuk ke Kota Idaman ini.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Palopo, Dr Ishaq Iskandar menuturkan, jika para pemudik ini tersebar di 48 kelurahan yang ada di Kota Palopo dan data-data mereka, beserta tempat tinggal keluarganya juga telah ditelusuri.

Sehingga katanya, nantinya jika ada yang terindikasi gejala Covid-19 akan memudahkan tracing kontak dan jika positif, akan segera dirujuk ke Makassar untuk dikarantina.

Ditambahkan, Kabid P2P, San Ashari, jika pihaknya telah memaksimalkan peran puskesmas di Kota Palopo untuk melakukan pemantauan warga lingkup kerjanya.

“Saat ini kasus positif Covid-19 di Palopo baru tiga orang, dan semua telah dilakukan tracing kontak. Dari semua rapid test OTG juga menunjukkan negatif sehingga tetap dimintai isolasi mandiri,” ujar Ishaq Iskandar.

“Tersisa masih ada satu warga kita yang sedang di karantina di Makassar, dari klaster Temboro yang sebelumnya sudah dinyatakan sembuh tetapi kemudian kena lagi,” pungkasnya. (Key)